Jumat, 04 September 2026

Awal Mula Kehancuran, ketika Makhluk Melawan Fitrah

 


Manusia dan semua makhluk Allah lainnya, diciptakan sesuai dengan fitrahnya. Tujuannya agar tercipta keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan ini. Tidak ada yang melawan fitrahnya kecuali akan mendapatkan kehancuran.

Coba kita ambil pohon sebagai perumpamaan. Pohon memiliki akar dan daun yang menempati fungsinya masing-masing. Akar bermanfaat untuk mencari air dan mineral sehingga ia tumbuh menghujam ke dalam tanah, sedangkan daun-daun menyerap cahaya matahari dan karbon dioksida untuk fotosintesis.

Mula-mula akar akan menyerap air dan mineral dari dalam tanah, lalu batang mengangkutnya ke daun. Kemudian daun menyerap karbondioksida dari udara dan mengolahnya bersama air melalui proses yang disebut fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari. Dari proses tersebut akan dihasilkan glukosa yang berguna bagi tumbuhan tersebut dan juga oksigen yang akan dilepas ke udara dan berguna bagi lingkungan sekitar.

Lalu bagaimana jadinya jika pohon melawan fitrahnya? Misalnya saja, akar bosan terus-terusan berada di bawah sehingga ia ingin pindah ke atas, sedangkan daun juga merasa kepanasan sehingga ia ingin pindah ke bawah? Padahal akar tidak pernah diciptakan untuk menyerap cahaya matahari sebagaimana daun pun tidak pernah diciptakan untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah..

Pertanyaannya, apakah air dari dalam tanah bisa sampai ke seluruh tubuh tanaman? Apakah proses fotosintesis bisa terjadi? Jika tidak, bagaimana tumbuhan tersebut mendapatkan makanannya? Bagaimana caranya ia bertahan hidup? Apakah ia bisa selamat dari kehancuran jika ia melawan fitrah yang telah ditetapkan Allah?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Awal Mula Kehancuran, ketika Makhluk Melawan Fitrah

  Manusia dan semua makhluk Allah lainnya, diciptakan sesuai dengan fitrahnya. Tujuannya agar tercipta keseimbangan dan keharmonisan dalam k...